
” Dua pria melihat keluar melalui ruangan yang sama: Satu pria menatap lumpur dan pria lain menatap bintang-bintang. ” Frederick Langbridge - “A Cluster of Quiet Thoughts”
Jika anda menjadi pemenang kedua dalam suatu perlombaan, apakah anda melompat gembira dan terpacu untuk menjadi lebih baik dalam kesempatan lain atau apakah anda merasa kecewa dan tidak berniat untuk ikut lagi?
Dalam hidup anda akan selalu menghadapi pilihan. Anda bisa memilih pandangan yang pesimis dan hidup dalam kesendirian atau anda bisa mengambil pandangan hidup yang optimis untuk tantangan dalam mengisi hidup ini.
Jadi kenapa mengambil pandangan hidup yang optimis? Dan mengapa sekarang?
Optimisme telah terhubung ke situasi pikiran positif dan moral yang baik, pada pelajar, atletik, militer, pejabat dan politikus yang sukses, pada ketenaran, kesehatan yang baik dan bahkan kehidupan yang bebas dari trauma.
Optimis untuk hasil yang terbaik
Definisi karakteristik dari seorang yang pesimis adalah mereka memelihara keyakinan akan hal buruk yang bertahan lama dan merusak apapun yang mereka lakukan adalah kesalahan diri mereka sendiri.
Kenyataannya seorang yg optimis juga berhadapan sama kerasnya dalam menjalani hidup ini. Yang membedakan adalah cara dalam menghadapi kegagalan itu. Sangat bertolak belakang dimana seorang yang optimistis mempunyai keyakinan bahwa tiap kegagalan itu adalah satu kesuksesan yang tertunda.
Seorang yang optimistis tetap pada fokus dan perencanaan dalam menghadapi suatu masalah. Mereka menggunakan “reinterpretasi positif” dalam kalimat lain mereka menginterpretasi pengalaman buruk sebagai jalan untuk mereka belajar menjadi tumbuh besar. Mereka tidak terganggu oleh situasi buruk, mereka menerima itu sebagai tantangan untk berusaha lebih keras.
Mereka yang optimis tidak akan mengatakan “sesuatu itu tidak akan pernah berhasil atau menjadi baik”. “Jika saya gagal maka itu bisa saja terjadi lagi” dan “jika saya mengalami hal buruk dalam hidup maka hal buruk itu bisa terjadi sepanjang hidup saya.”
Harapan positif dari seorang optimistis juga muncul dari reaksi atas suatu kejadian atau dari suatu kenyatan yang tidak diharapkan. Jika mereka jatuh mereka akan berusaha bangkit lagi. Mereka melihat hal itu suatu peluang dan bukan suatu rintangan.
Kebanyakan orang memberikan respon positif pada seseorang yang optimis.
Seorang yang optimis adalah proaktif dan hanya sedikit bergantung pada orang lain untuk kebahagiaannya. Mereka merasa tidak perlu mengendalikan atau memanipulasi orang lain. Pandangan hidup optimis bisa membuat orang disekitarnya mempunyai keinginan untuk menirunya.
Optimisme adalah ciri sosial yang diinginkan dalam setiap komunitas masyarakat. Mereka yang berbagi optimisme umumnya diterima dengan baik sedangkan mereka yang menyebarkan rasa panik dan ketakutan akan mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan.
Dalam kehidupan orang yang optimis ini biasanya menjadi pemenang dalam kompetisi, mendapat pilihan sebagai sosok yang menyenangkan dan selalu dimintakan pendapatnya.
Ketika hidup bertambah keras maka seorang yang optimis akan menjadi lebih keras lagi.
Seorang yang optimistis identik menata tingkat yang lebih tinggi dalam situasi yang penuh tekanan. Sebaliknya seorang yang pesimis akan beraksi dalam situasi yang penuh tekanan itu dengan menyangkal atau menghindari berhadapan dengan masalah. Seorang pesimis akan berhenti berusaha bila suatu masalah timbul.
Mereka tekun, mereka tidak mudah menyerah, mereka juga dikenal sabar. Perlahan menapaki jalan mencapai tujuan atau mimpinya.
Seorang yang optimis hidup lebih sehat dan panjang umur.
Seperti orang lain kadang kita berada dibawah pada situasi yg tidak menyenangkan tapi jangan berdiam diri. Bawa diri anda bangkit dan ambil kesempatan untuk berhasil dan menjadi inspirasi bagi orang lain untuk memandang hidup ini dari sisi terang.
No comments:
Post a Comment